Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
ReviewReviewReviewReviewDec 11, '06 2:32 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Reference
Author:Eko Endarmoko
Dalam kegiatan menerjemahkan, mencari kata yang tepat tentu menjadi kesibukan sehari-hari. Sayangnya, referensi dalam Bahasa Indonesia masih sedikit. Sementara di rumah ada empat atau lima tesaurus Bahasa Inggris, untuk bahasa Indonesia hanya ada Kamus Sinonim Bahasa Indonesia (KSBI) karya Harimurti Kridalaksana yang terbit pada 1974, yang sayangnya masih jauh dari lengkap (sinonim untuk “banyak” hanyalah “tidak sedikit”). Jadi saya membuat tesaurus sendiri saja, mengumpulkan kata sedikit demi sedikit.

Namun, hari ini suami saya membelikan buku Tesaurus Bahasa Indonesia (TBI) karya Eko Endarmoko yang baru diterbitkan Gramedia pada Rabu lalu. Asyiiik… Dengan ketebalan 713-an halaman, tentunya TBI jauh lebih lengkap daripada KSBI yang hanya 210 halaman. Halaman pertama saja sudah memperlihatkan keunggulannya. Sementara KSBI memuat 29 lema (dari “a” sampai “adab”) dengan masing-masing hanya menyajikan beberapa sinonim, TBI memuat 8 lema saja (dari “aba-aba” sampai “abai”) karena masing-masing lema menawarkan belasan bahkan puluhan sinonim yang bisa dipilih.

Tapi sayangnya, sebagian ketebalan TBI berasal bukan hanya karena jumlah sinonim, tetapi juga karena pengulangan. Misalnya, kata “bodoh” menyajikan 20-an sinonim, termasuk bebal, bego, dan lompong. Nah, 20-an kata yang sama ini diulang-ulang di setiap lema “bebal”, “bego”, “lompong”, dan yang lain-lainnya. Jadi minimal pengulangan 20 kali. Ini baru dari satu kelompok makna. Hal yang sama terjadi pada hampir semua kelompok makna yang lain. Untuk menghindari pengulangan, kenapa tidak misalnya dibuat tesaurus yang berdasarkan pada klasifikasi Roget? Daftar kata dalam sebuah kelompok makna hanya ditampilkan satu kali, lalu disediakan indeks agar pengguna tesaurus dapat melihat sebuah kata tercantum dalam kelompok makna mana saja.

Lalu, saya sedikit kecewa saat membuka lema “banyak”, dan hanya menemukan "berjebah, jamak, melacak, melimpah, penuh; padat, ramai". Jelas ini lebih baik daripada hanya “tidak sedikit.” Tapi kok tidak ada seabrek, bejibun, atau membeludak? Di lema “suka”, tak ada kata gandrung atau keranjingan, di lema ”miskin" tak ada kata bokek atau fakir. Rupanya dalam hal kelengkapan, tesaurus ini masih harus ditingkatkan lagi.

Saya juga menyayangkan saat membaca halaman xviii, yang menyebutkan bahwa hiponim tidak disertakan pada tesaurus ini, selain perkecualian pada beberapa kata. Padahal, kumpulan hiponim ini salah satu yang terpenting dalam mencari kata yang tepat dalam menerjemahkan. Misalkan saja, baru-baru ini saya menemukan kata “dhow”, yang artinya kapal Arab perahu yang bertiang layar satu atau lebih. Dalam tesaurus ini, anehnya, kata “kapal” hanya bersinonim dengan “bahtera”. Di lema “bahtera”, barulah ada 11 sinonim yang lain. Padahal, KBBI mencantumkan sekurang-kurangnya 50 lebih jenis perahu (yang sejauh ini sudah saya kumpulkan), termasuk “berik” dan “bintak”, yang artinya perahu layar bertiang dua (atau lebih).

Satu hal lagi yang menurutku kurang dalam tesaurus ini adalah rujuk silang. Misalnya saja, dalam lema “mati” tak ada kata wafat, mangkat, berpulang, tewas, dan beberapa kata lain yang bermakna sama. Barulah di lema “wafat”, kata-kata ini tercantum, tapi tidak ada kata-kata yang lebih kasar, seperti koit, kojor, modar. Saat saya melihat lema “mangkat”, ada rujukan ke kata tinggal (meninggal). Rupanya lema “meninggal” yang paling lengkap di antara yang lain. Lema “tawa” juga begitu, hanya ada sinonim “gelak”, dan di lema “gelak” ini baru ada berbagai bentuk tawa seperti terbahak-bahak, terkekeh-kekeh, terpingkal-pingkal, dan sebagainya. Sayang sekali pengguna harus memutar-mutar dulu untuk sampai ke lema lengkap ini.

Meskipun ada beberapa kelemahan ini, TBI tetap merupakan buku yang bermanfaat dan penting, tapi saya berharap buku ini akan terus disempurnakan. Sementara menunggu edisi selanjutnya, sepertinya saya tetap harus mengumpulkan kata sendiri untuk memenuhi beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi.

29 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nursalam wrote on Dec 11, '06
Wah..akhirnya posting lagi, Teh. Atau saya yang jarang longok ke MP-nya Teh Femmy ya?:-)

Memang itu problem penerjemah, Teh. Jadi kudu punya banyak kamus. Hm..tertarik menerbitkan tesaurus sendiri?:-)
femmy wrote on Dec 11, '06, edited on Dec 11, '06
Kamus sih punya banyak, tapi tesaurus Bahasa Indonesia kan baru ada satu. Kamus sinonim yang lain, sama dengan KSBI, sinonim "banyak" hanya "tidak sedikit" :-p

Menerbitkan tesaurus sendiri tertarik sih, tapi entah kapan selesai disusun :-)
keluargalindsten wrote on Dec 11, '06
femmy said
sepertinya saya tetap harus mengumpulkan kata sendiri untuk memenuhi beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Ih..bener juga tuh Mbak....

Lama-lama bisa dibukuin, dan jadi berguna utk yang lain, dan nambah pahala....Amiin.
femmy wrote on Dec 11, '06
Amiiin...
nocturno wrote on Dec 11, '06
tessaurus bahasa indonesia....blom pernah liat...posting picturenya dong mbak...bisa dipake tuh untuk ngisi TTS...hehehehehe...
femmy wrote on Dec 11, '06
Hehehe... untuk ngisi TTS sih, mestinya ada yang bikin KBBI dibalik--definisi dulu, baru kata. Kulihat, kebanyakan soal TTS diambil langsung dari definisi kata KBBI. Gambarnya bentar yah, mesti cari kamera dulu.
terasrumah wrote on Dec 11, '06
Ayo, mbak femmy, bikin tesaurus sendiri. Kayaknya dikau lebih jago soal kosakata drpd si penulis tesaurus ituh:-)
Saya antre paling depan untuk beli tesaurus written by femmy:-)
femmy wrote on Dec 11, '06, edited on Dec 11, '06
Wah, ngga berani deh ngaku-ngaku lebih jago. TBI-nya cukup lengkap kok, cuma belum sempurna aja.

Tapi terima kasih lho penyemangatnya. Kapan yaaa... bisa nerbitin tesaurus sendiri?
wenzein wrote on Dec 11, '06
Fem, yang jelas aku juga nunggu nih tesaurusnya... :-))
femmy wrote on Dec 11, '06
:-) thanks...
vayenukman wrote on Dec 11, '06
aku penasaran juga euy dengan tesaurus ini.
tapi lebih penasaran lagi menunggu tesaurus Femmy. ayo dooonggg...!
femmy wrote on Dec 11, '06
Uhuk-uhuk, banyak yang menyemangati, jadi gimana yah? ^^;;
bambangpriantono wrote on Dec 11, '06
Wah, mau dong...belinya dimana nih?
femmy wrote on Dec 11, '06, edited on Dec 11, '06
Suamiku beli di kios buku di Palasari tuh (Bandung). Mestinya di toko-toko Gramedia ada yah, berhubung penerbitnya Gramedia juga.
bambangpriantono wrote on Dec 11, '06
Coba ik intip dulu
terbanglahlbhtinggi wrote on Dec 11, '06
Udah lama ngilang, sekalinya muncul, bawa postingan yg menarik.. :p
deshinta wrote on Dec 11, '06
Wah menarik nih Mbak......kebetulan aku blm pernah nemu ......... nanti cari ahhh......!! Tks.....
lsusianty wrote on Dec 11, '06
paling tidak ini hal baru buat Indonesia dan mesti didukung ya kan Fem? nanti kalo aku pulang mau beli ah
femmy wrote on Dec 11, '06
Yuk, kita beli ramai-ramaaaaiii... biar kata-kata Indonesia yang dulu jarang dipakai, bisa dihidupkan lagi setelah ditemukan dalam TBI ini...
dydy wrote on Dec 11, '06
daripada kecewa mending bikin sendiri Fem...ayo ayo..ntar dibeli deh dibeli..
femmy wrote on Dec 11, '06
memang sih, dy. cuma lebih cape aja :-p
antie wrote on Dec 12, '06
hmm... sepertinya aku harus membeli buku ini. harganya berapa nih mbak?
femmy wrote on Dec 12, '06
Rp150.000, tapi kalau di Palasari cuma Rp120.000.
jejakpanjang wrote on Apr 3, '07
aku nunggu mbak femmy bikin, deh. tapi kayaknya aku harus beli juga. btw, harusnya mbak femmy dapat bonus nih dari penerbitnya. iklan, nih :-)
femmy wrote on Apr 3, '07
hehehe... asik juga yah kalo kita dapet buku setiap kali posting resensi di sini.
rinurbad wrote on Apr 7, '07
ReviewReviewReviewReview
femmy said
Rp150.000, tapi kalau di Palasari cuma Rp120.000.
Aduh Fem, posting tanggal berapa nih? Aku kok nggak nemu ya:(
Kirain di Palasari nggak ada. GM udah naik lho, kemaren aku beli 170 ribu:(
Nggak apa-apalah..memang banyak gunanya. Tapi aku merasa masih perlu KBBI. Di Palasari pasti ada, ya. Nuhun..
Comment deleted at the request of the thread owner.
rinurbad wrote on Apr 7, '07
posting picturenya dong mbak...
Ally, gambarnya bisa diliat di sini.. http://gramedia.com/buku_detail_gambar.asp?id=GLMI5419
femmy wrote on Apr 7, '07, edited on Apr 7, '07
Aduh Fem, posting tanggal berapa nih? Aku kok nggak nemu ya:(
Kirain di Palasari nggak ada. GM udah naik lho, kemaren aku beli 170 ribu:(
Nggak apa-apalah..memang banyak gunanya. Tapi aku merasa masih perlu KBBI. Di Palasari pasti ada, ya. Nuhun..
Aku beli Desember 2006. Begitu bukunya terbit, aku langsung cari di toko. Harganya memang naik, entah kenapa.
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
0 out of 5 stars